Program Studi Farmasi


Visi :

Menjadi program studi yang terkemuka dan bermutu secara nasional dan internasional dalam pengembangan dan penerapan ilmu farmasi klinik dan kesehatan estetika (kosmetika) yang berwawasan lingkungan serta berlandaskan pada norma dan etika

Misi :

  • Menghasilkan sumber daya manusia dengan kualifikasi standar internasional dalam ilmu farmasi klinik dan kesehatan estetika (kosmetika) yang berkualitas, profesional, mandiri, berjiwa kewirausahaan, beriman dan berbudi luhur serta memiliki daya saing tinggi.
  • Menghasilkan kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu farmasi klinik dan kesehatan estetika (kosmetika)yang berwawasan lingkungan, berbasis potensi sumberdaya dan kearifan lokal untuk peningkatan kualitas hidup manusia.
  • Menyebarluaskan hasil penelitian dan pengembangan ilmu farmasi klinik dan kesehatan estetika (kosmetika) yang ramah lingkungan untuk peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan umat manusia.
  • Terciptanya jalinan kerjasama yang baik (networking) dalam ruang lingkup regional, nasional dan global, guna menghasilkan lulusan program studi farmasi yang bermutu dan berstandar internasional.

TENTANG PRODI FARMASI

Farmasi memiliki kaitan yang erat dengan proses obat dalam tubuh, cara mensintesis obat tersebut dan hasil reaksi yang ditimbulkan dari obat. Farmasi juga banyak memanfaatkan bahan alam untuk dijadikan sebagai obat. Farmasi adalah salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat. Ruang lingkup dari praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisional seperti peracikan dan penyediaan sediaan obat, serta pelayanan farmasi modern yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien (patient care) di antaranya layanan klinik, evaluasi efikasi dan keamanan penggunaan obat, dan penyediaan informasi obat. Bidang Farmasi berada dalam lingkup dunia kesehatan yang berkaitan erat dengan produk dan pelayanan produk untuk kesehatan. Dalam sejarahnya, pendidikan tinggi Farmasi di Indonesia dibentuk untuk menghasilkan Apoteker sebagai penanggung jawab apotek. Dengan pesatnya perkembangan ilmu kefarmasian, maka Apoteker atau dikenal pula dengan sebutan Farmasis, telah dapat menempati bidang pekerjaan yang makin luas. Apotek, rumah sakit, lembaga pemerintahan, perguruan tinggi, lembaga penelitian, laboratorium pengujian mutu, laboratorium klinis, laboratorium forensik, berbagai jenis industri meliputi industri obat, kosmetik-kosmeseutikal, jamu, obat herbal, fitofarmaka, nutraseutikal, health food, obat veteriner dan industri vaksin, lembaga informasi obat serta badan asuransi kesehatan adalah tempat-tempat untuk Farmasis melaksanakan pengabdian profesi kefarmasian.


PRODI FARMASI BELAJAR APA SAJA?

Di jurusan ini, kita belajar mengenai bahan pangan dan proses pengolahan bahan makanan hingga masuk ke dalam tubuh. Selain itu, jurusan ini juga mempelajari kandungan, manfaat, maupun interaksi zat gizi dan non gizi yang akan menimbulkan dampak bagi tubuh. Jurusan ini juga mempelajari cara mengatur diet untuk orang sehat dan orang sakit. Adapun kompetensi lulusan dari Program S1 Gizi Universitas Bali Dwipa dapat menguasai teori dasar ilmu gizi, ilmu pangan, biomedis, patofisiologi, kesehatan masyarakat, statistik, antropologi sosial, ekonomi, manajemen, humaniora, dan pengetahuan tentang pelayanan dan kewenangan sebagai ahli gizi dalam sistem kesehatan nasional dan sistem ketahanan pangan dan gizi nasional, serta menguasai konsep teoretis dietetik secara mendalam untuk dapat memformulasikan pemecahan masalah gizi dan pangan perorangan, kelompok, masyarakat, dan institusi (termasuk industri). Dapat mengembangkan dan memodifikasi produk dan pelayanan gizi perorangan, kelompok, masyarakat, dan institusi (termasuk industri) dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui analisis masalah gizi dan pangan secara sistematis pada kondisi umum serta mampu beradaptasi pada kondisi sumberdaya terbatas. Mampu mengambil keputusan yang tepat dalam pengembangan produk pangan dan pengelolaan pelayanan gizi dengan menggunakan metode yang sudah baku serta mampu menginterpretasikan hasil pemeriksaan biokimia dan klinis; memberikan alternatif pemecahan masalah gizi dan pangan dalam lingkup kerja; dan bertanggungjawab atas hasil kerja mandiri atau kelompok, serta memiliki sikap kritis, empati pada klien dan tim kerja pada tingkat internal serta ekternal organisasi Mata Kuliah Wajib prodi Gizi: Anatomi, Dasar Ilmu Gizi, Dasar Dietetik, Ilmu Pangan, Dasar-dasar Kulinari, Metabolisme Energi dan Zat Gizi Makro, Analisa Pangan, Dietetika Penyakit Degeneratif, Metabolisme Gizi Ibu Hamil, Epidemiologi Gizi, Pengendalian Mutu Makanan, Imunologi dan Gizi. Mata Kuliah pada Prodi Farmasi meliputi : Anatomi Fisiologi Manusia, Farmasi Fisika, Kimia Organik, Botani Farmasi, Farmasetika Dasar, Biokimia, Kimia Sintesis, Kimia Analitik, Teknologi dan Formulasi Sediaan Semisolida dan Likuida, Biologi Sel dan Molekuler, Farmakologi Dasar dan Toksikologi, Farmakognosi, Analisis Fisikokimia, Fitokimia, Imunologi, Patofisiologi, Farmakologi Sistem Organ, Mikrobiologi Farmasi, Kosmetika, Farmasi Bahan Alam, Farmakologi Khemoterapetika, Bioteknologi Farmasi, Teknologi Formulasi Sediaan Steril, Analisis Biomedik, Radiofarmasi, Farmasi Forensik, Etnofarmasi, Parasitologi, Interaksi Obat, Analisis Farmasi, Farmakoterapi, Teknologi dan Formulasi Sediaan Solida, Stabilitas Obat, Biofarmasi, Farmasi Klinik, Pemodelan Molekul Obat, dll.

PELUANG KARIR LULUSAN FARMASI


APOTEKER | KONSULTAN KECANTIKAN | PENYULUH KESEHATAN | TERAPIS KESEHATAN

TERTARIK BERGABUNG BERSAMA PRODI DI UNIVERSITAS BALI DWIPA ?

Daftar Sekarang !

Daftar